Posted by: irwiyan | November 3, 2007

eufimisme tak berujung

Indonesia seolah-olah telah terbiasa dengan budaya eufimisme. ketika “ditangkap” menjadi “diamankan”, ketika “menaikkan harga” menjadi”penyesuaian harga” seakan-akan begitu gampangnya menyikapi keadaan tanpa memikirkan apa yang sebenarnya ada. Kata-kata menjadi senjata untuk memperhalus keadaan. Kenyataan menjadi korban kebohongan. Melalui kata, yang nyata tidak lagi menjadi fakta tapi menjadi sebuah penyempurna derita. Bukan kesopanan yang terkesan tapi justru budaya menyepelekan. Kata sopan dari luar tapi justru begitu sembrono artinya. Tidak empatik. Tidak simpatik. Tidak etis. Hanya sekedar pelengkap estetis secara lahiriyah. Tapi sebenarnya busuk.

sudahlah…sudahlah….

Saya ( bagian kecil dari kami ) sudah muak dengan eufimisme-eufimisme itu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: